CILACAP, VISTANEWS.CO.ID// Pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak menjadi perhatian Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Dayeuhluhur. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Parenting Inspiratif bertema “Anak Hebat Berasal dari Orang Tua yang Terlibat” yang digelar di Gedung Dakwah Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat konsep “Tiga Pilar Sukses Mendidik Anak”, dengan pembagian peran orang tua sebesar 60 persen, lembaga pendidikan 20 persen, serta lingkungan sosial dan pemerintah sebesar 20 persen. Konsep tersebut menekankan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dan lingkungan.
Sebanyak 30 lembaga PAUD se-Kecamatan Dayeuhluhur mengikuti kegiatan tersebut bersama peserta didik, orang tua, dan wali murid. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada pagi hingga menjelang Zuhur yang diikuti lebih dari 300 peserta, kemudian dilanjutkan sesi kedua pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Camat Dayeuhluhur, Bunda PAUD Kecamatan Dayeuhluhur, Penilik, serta Ketua Himpaudi Kecamatan Dayeuhluhur.
Ketua Himpaudi Kecamatan Dayeuhluhur, Siti Rohmah Purnamasari, S.Pd., mengatakan kegiatan parenting menjadi sarana pendampingan bagi orang tua dan peserta didik untuk meningkatkan pemahaman dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Kegiatan parenting ini kami selenggarakan sebagai sarana pendampingan bagi orang tua dan murid. Kegiatan ini diikuti oleh 30 lembaga sekolah,” ujarnya.
Menurut Siti, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan dan pengalaman baru kepada orang tua serta wali murid agar mampu mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal, penuh kasih sayang, dan dengan pemahaman yang baik.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta didik juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diberikan orang tua, antara lain dengan mendengarkan nasihat serta membiasakan diri menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianut.
Sementara itu, Dr. Nafik Palil, M.Pd., selaku motivator, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan sinergi antara orang tua, lembaga pendidikan, serta lingkungan sosial dan pemerintah.
Menurut Nafik, orang tua memiliki porsi terbesar, yakni 60 persen, karena menjadi pihak yang paling dekat dengan anak dan memiliki tanggung jawab utama dalam mendampingi tumbuh kembangnya secara langsung.
Lembaga pendidikan memiliki peran 20 persen melalui proses pembelajaran yang mentransformasikan ilmu, akidah, dan akhlak. Sementara itu, lingkungan sosial dan pemerintah memiliki porsi 20 persen dalam membangun ekosistem yang mendukung perkembangan anak.
“Kita terus memperjuangkan agar guru-guru di bawah naungan Himpaudi segera diakui secara resmi sebagai guru formal yang membimbing anak-anak luar biasa ini,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan anak-anak PAUD agar memiliki bekal untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas, papar Nafik.
Dalam penerapannya, dukungan pemerintah dapat diwujudkan melalui pembinaan terhadap lingkungan sekitar satuan pendidikan. Salah satunya dengan memberikan pembinaan kepada para pedagang di sekitar sekolah agar makanan dan minuman yang dikonsumsi anak terjamin kebersihan dan gizinya.
“Melalui kolaborasi 24 jam yang melibatkan doa, ilmu, dan praktik nyata, kita optimistis dapat mencetak generasi yang unggul dalam akidah, akhlak, ilmu, dan keterampilan,” pungkasnya. (Dani)







