BREBES, VISTANEWE.CO.ID – Sebuah kegelisahan kolektif menyeruak dari ruang-ruang diskusi di Padepokan Kalisoga, Brebes. Dalam pertemuan yang dihadiri berbagai elemen masyarakat pada Rabu (11/03/2026) malam, isu rasa aman dan kebebasan berpendapat menjadi sorotan utama.
Suasana diskusi yang cair berubah menjadi refleksi mendalam ketika para aktivis lokal menyuarakan ketakutan mereka dalam mengkritik penyimpangan. Istilah “Republic of Fear” mencuat, merujuk pada meningkatnya teror terhadap aktivis—seperti kasus penyiraman air keras pada Andrie Yunus (Kontras)—serta misteri kematian pegawai pelabuhan, Ermanto Usman.
“Penyimpangan banyak, tapi bagaimana mengungkapkannya agar tetap aman?” ungkap seorang aktivis lokal dengan nada lirih.
Kegelisahan ini dianggap sebagai potret jujur kondisi bangsa saat ini. Meski jauh dari pusat pemerintahan, warga di Kalisoga memantau dengan cermat arah negara yang dianggap mulai meninggalkan prinsip meritokrasi. Diskusi ini menegaskan bahwa rakyat di daerah tidak kekurangan kepedulian, namun mereka kehilangan ruang aman untuk didengar oleh penguasa.
